KKN TEMATIK STAI LA TANSA MASHIRO 2016-2017

IMG_7826 IMG_20170310_192633 IMG_20170408_093634

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik merupakan salah satu kegiatan akademik intrakurikuler dalam bentuk kerja nyata pengabdian dimasyarakat. Kegiatan ini lebih mengarahkan keterlibatan langsung mahasiswa dan unsur perguruan tinggi yang lain dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Bagi STAI La Tansa Mashiro, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan tiga unsur penting Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Artinya, melalui KKN Tematik, mahasiswa diperkenalkan secara langsung kepada permasalahan di masyarakat dan belajar menela’ah dan merumuskan permasalahan guna membantu mencari solusi yang dipandang tepat berdasarkan disiplin ilmu yang dimilikinya guna membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan KKN Tematikdapat pula dipandang sebagai wahana komunikasi timbal balik antara masyarakat, perguruan tinggi, dan lembaga lain dalam rangka turut memberikan sumbangan bagi proses pembangunan dalam kehidupan masyarakat.

Pada perjalanannya, Kuliah Kerja Nyata (KKN)selama ini dilaksanakan di atas paradigma developmentalisme yang pada tataran aplikasinya banyak menggunakan pendekatan pengembangan masyarakat atau Community Development (CD).Denganpendekatan tersebut, pesertaKuliah Kerja Nyata (KKN), pada satu sisi, dianggap sebagai subjek yang akan melakukan perubahan, sedangkan masyarakat yang berada pada sisi yang lain cenderung dianggap sebagai objekdari kegiatan ataupun program yang dilaksanakan oleh peserta KKNtersebut. Selain itu, dengan sifat formalitasnya yang begitu kuat, perjalanan Kuliah Kerja Nyata menjadi tak lebih dari sekadar rutinitas akademik tahunan yang tidak memiliki dampak transformative bagipemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan realitas dan perspektif yang demikian, LP2M STAI La Tansa Mashiro berupaya melakukan penataan secara sistemik terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata yang diawali dengan perubahan nama kegiatan menjadi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan perubahan pendekatan paradigmatis melalui pendekatan partisipatoris. Sebuah pendekatan yang diharapkan mampu melibatkan pesertaKuliah Kerja Nyata Tematik bersama-sama dengan masyarakat untuk terus menerus belajar dan bertindak secara simultan dalam rangka menumbuhkan kesadaran kritis yang dapat melahirkan tindakan nyata untuk melakukan perubahan sosial guna mewujudkan sebuah tatanan sosial yang emansipatoris.

Tema pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik STAI La Tansa Mashiro tahun akademik 2016/2017 yaitu: “Integritas Sosial Mahasiswa KKN Tematik melalui Pendidikan Keagamaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)”

Sedangkan topik kegiatan KKN Tematik tahun akademik 2016/2017 diarahkan dan selaraskan dengan program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kecamatan Cikulur dan Kabupaten Lebak dengan motto “Iman Aman Uman Amin” dengan memfokuskan pada topik Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yaitu:

  1. Peningkatan Kualitas Keagamaan
  2. Peningkatan Kualitas Pendidikan
  3. Peningkatan Kualitas Kesehatan
  4. Peningkatan Ekonomi, Sosial dan Budaya
  5. Peningkatan Kesadaran terhadap HukuM

Waktu pelaksanaan kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun akademik 2016/2017, yaitu sebagai berikut :

  1. Pendaftaran                            : 03 Januari 2017s.d. 22 Februari 2017
  2. Diklat KKN Tematik             : 22 Februari 2017
  3. Pelaksanaan KKN Tematik : 01 Maret 2017-10 April 2017

Sedangkan lokasi kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun akademik 2016/2017  dilaksanakan di Kecamatan Cikulur-Lebak. Adapun Desa lokasi KKN Tematik di Kecamatan Cikulur tersebut adalah Desa Cigoong Utara, Desa Anggalan, Desa Sukaharja, Desa Parage, Desa Tamanjaya, Desa Muaradua.

Adapun ruang lingkup KKN Tematik adalah sebagai berikut:

1). Bidang Keagamaan :

  1. Penyelenggaraan dan pendidikan agama.
  2. Penyelenggaraan dan peningkatan dakwah.
  3. Bimbingan pelaksanaan ibadah.
  4. Bimbingan pelaksanaan sosial kemasyarakatan.
  5. Pengadaan dan pemeliharaan sarana keagamaan ;
  6. Mengarahkan pembentukan, penataan dan pemanfaatan lembaga sosial keagamaan.

2). Bidang Ekonomi: Pembinaan ekonomi masyarakat baik potensi SDM maupun SDA.

3). Bidang Sosial: Pembinaan dan pemeliharaan lingkungan sosial yang baik.

4). Bidang Budaya: Pembinaan dan pelestarian budaya masyarakat yang sesuai dengan kaidah agama dan negara.

5). Bidang Pemerintahan:

  1. Membantu upaya pembinaan dan peningkatan penataan administrasi desa.Membantu pelaksanaan pembangunan.
  2. Pemerintah daerah, khususnya di desa.
  3. Mempelajari proses, mekanisme dan prosedur penyelenggaraan pemerintah di desa/kelurahan.